Ke kanan di uji kesabaran
ke kiri getarnya lebih terasa karena
tebalnya dosa dunia
Megah terasa
Hina dipandang pada manusia
walhal diri sendiri juga manusia.
Hina. Dilontar kesalahan
demi kesalahan
Tiada yang tampil untuk kebenaran
karena manusia jarang jarang
dilihat berdiri berkotakan janji
bertegakkan benarnya sesuatu perkara.
kadang senang berlari dari berdiri
senang hilang tanpa suara
Lumrah dunia,
kita manusia. Takkan ada yang tinggal demi cinta hakiki,
belum atau tiada.
hakikatnya. Pahit kian terasa.
-SM
No comments:
Post a Comment